rss
twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)
Kamis, 28 April 2011

Orientasi Pintar dan Bodoh

"Menjadi pintar atau bodoh itu semudah membalikkan telapak tangan." You know why? Hal ini disebabkan karena menjadi pintar maupun bodoh merupakan sebuah pilihan. Satu di antara dua pilihan ini mesti dipilh oleh individu. Lantas siapakah mereka yang bodoh itu dan siapa mereka yang termasuk ke dalam golongan orang pintar?

1. Mereka yang tidak mengetahui apa-apa dan tidak mau tahu tentang apa-apa! Lebih tepatnya dapat dikatakan bahwa mereka inilah orang yang bodoh.

2. Mereka yang mengetahui bahwa mereka tidak tahu namun tidah juga mencari tahu! Tepatnya mereka ini lebih baik dikatakan sebagai orang malas. Kemalasan tentunya menjurus kepada kebodohan.

3. Mereka yang mengetahui namun tidak mengamalkan apa yang diketahuinya! Orang-orang yang masuk ke dalam bagian ini adalah mereka yang dikategorikan sebagai orang yang mutlak bodoh. Ilmu tanpa diamalkan tentu saja akan sia-sia belaka. Untuk apa mencari ilmu tapi tidak diamalkan? Benar-benar bodoh bukan?

5. Mereka yang sadar tidak mengetahui namun mencari ilmunya adalah mereka yang dapat dikategorikan sebagai orang yang rajin.

6. Orang yang mengetahui ilmunya dan mengamalkannya dikenal sebagai orang yang pintar. Orang yang pintar mengamalkan ilmunya secara berkesinambungan dan selalu mencoba mengembangkan ilmu yang diperolehnya.

7. Orang yang tidak puas dengan ilmu yang telah diperolehnya dan terus mencari ilmu dapat dikategorikan sebagai orang yang cerdas. Mereka yang termasuk dalam kalangan orang-orang cerdas mengorientasikan pandangannya pada ketidakpuasan akan suatu disiplin ilmu. Mereka selalu mencari-cari keterkaitan antara ilmu yang satu dan lainnya. Pandangan mereka difokuskan akan kebutuhan terhadap ilmu yang tak kunjung habisnya.

8. Orang yang mengamalkan ilmu yang diperolehnya dan mengajarkannya kepada orang lain sembari mencari ilmu adalah orang yang dikenal sebagai Master. Seorang master tidak tinggal diam melihat adanya kebodohan. Mereka senantiasa mengajarkan ilmu yang telah diperolehnya demi kehidupan yang lebih baik.

9. Orang yang mengetahui apa yang ada di antara kelahiran dan kematian dapat digolongkan ke dalam orang yang bijaksana. Apa yang ada di antara kelahiran dan kematian adalah kehidupan itu sendiri dimana manusia menjalankan kehidupannya di muka bumi. Mereka yang bijaksana tahu apa makna kehidupan dan senantiasa berpikir tentang masa depan yaitu kematian. Orientasi orang yang demikian ini membuat mereka berpikir dengan ilmu yang dimilikinya dengan bijak untuk mengisi kehidupannya dengan segala sesuatu yang baik demi kebaikannya menjelang kematiannya.


Begitulah di antara golongan orang-orang berdasarkan kuantitas ilmunya dan orientasinya terhadap ilmu. sangat mudah untuk menjadi orang bodoh, pintar, maupun bijaksana bukan? Karena anda hanya memilih. Membuat pilihan tentunya sangat mudah. So, tinggal pilih mau menjadi tipe bodoh atau tipe pintar seperti apakah anda?

0 komentar: